Selasa, 19 Desember 2017

Membangun Mental Anak dengan Pembiasaan Positif








Apa yang terjadi jika batang pohon yang sudah tua kita coba untuk luruskan?
Maka kita akan merasa sulit karena sudah terlalu kuat bahkan mungkin akan patah. Begitu juga dengan karakter seorang anak. Jika anak kita sudah menginjak dewasa maka kita akan merasa sulit untuk merubah kebiasaan negatifnya. Misalnya kebiasaan makan sambil berdiri, bangun kesiangan ataupun terlalu lalai terhadap waktu. Jika kebiasaan tersebut sudah melekat pada diri anak hingga dewasa maka sulit untuk merubahnya. Maka bangun mental anak dengan pembiasaan positif sejak dini, sehingga akan menjadi karakter positif ketika dia dewasa kelak
1.      Membiasakan berkata jujur
“Bilang ya ayah sedang pergi kalo ada yang menanyakan” mungkin amanat itu pernah terucap pada anak kita dalam kehidupan sehari-hari. Anak disuruh mengatakan bahwa orang tua mereka tidak ada di rumah sedangkan mereka tidak pergi kemana-mana. Maka secara tidak langsung kita mengajarkan mereka berbohong. Mulailah untuk berkata jujur pada anak dan ajarkan mereka untuk selalu jujur meskipun terasa berat. 

2.      Mengajak anak untuk beribadah
Keimanan adalah pondasi kuat yang harus dimiliki anak sebagai modal dalam dirinya. Maka tanamkan keimanan dalam diri anak sedini mungkin. Salah satunya adalah mengajak anak untuk salat, belajar puasa bahkan mengajaknya untuk melakukan ibadah sunah ketika mereka sudah mampu. 

3.      Bangun pagi
Jangan biarkan anak bangun siang sekalipun libur sekolah. Biasakan untuk membangunkan mereka lebih awal. Bangun pagi bukan hanya sehat namun anak akan lebih banyak waktu untuk menyiapkan segala keperluannya sendiri. Mulailah hari dengan membangunkan mereka lebih awal jika sudah kuat bangunkan mereka sebelum adzan subuh berkumandang. 

4.      Membantu pekerjaan rumah
Anak-anak bukanlah King atau Queen di rumah yang semua kebutuhannya orang tua siapkan. Libatkan mereke untuk membantu pekerjaan rumah sesuai dengan usianya. Bukan hasil yang kita inginkan tapi proses anak untuk belajar bagaimana sulit dan lelahnya orang tua mereka ketika harus bekerja dan menyelesaikan pekerjaan rumah seharian. Hal ini akan menimbulkan rasa empati dan tanggung jawab pada anak

5.      Mengajaknya mengatur waktu
Ajak mereka berdiskusi dan menuliskan semua kegiatannya. Biarkan mereka mencantumkan waktu kapan mereka melakukan tangung jawabnya untuk belajar, istirahat bermain dan membantu orang tua. Jangan biarkan waktu mereka tidak produktif. Mengajak mereka untuk mengatur waktunya adalah salah satu bekal anak untuk lebih disiplin dalam hidupnya

6.      Biarkan mereka menentukan pilihan
Berikan kesempatan kepada anak untuk menentukan pilihan sekalipun pilihan mereka bertolak belakang dengan keinginan kita. Ketika orng tua mengajarkan anak untuk mampau menentukan pilihannya sejak dini tentu saja dengan memberikan pandangan kepada anak atas pilihannnya. Maka secara tdak langsung orang tua mendidik anak-anak untuk memiliki prinsip dalam hidupnya
      Pembiasaan kecil yang diterapkan orang tua sejak dini kepada anak adalah pembelajaran yang akan sangat berpengaruh ketika mereka dewasa bahkan ketika mereka kelak menjadi orang tua. Jangan biarkan anak anteng dengan kebiasaan buruknya dan orang tua menganggap hal itu wajar karena mereka masih kecil. Semakin dini diperbaiki maka semakain mudah orang tua untuk mengarahkan mereka melakukan pembiasaan positif.











Tidak Ada Salahnya Jadi “Pengangguran Kreatif”





        


            Salah satu tuntutan dalam hidup adalah memenuhi kebutuhan perekonomian. Kebutuhan sandang, pangan dan papan tidak pernah melihat gender ataupun usia, kebutuhan ini harus dipenuhi. Namun, seiring meningkatnya jumlah penduduk lapangan pekerjaan semakin sempit. Apalagi di era ini tenaga manusia perlahan di ganti dengan aplikasi bahkan robot, sehingga lapangan pekerjaan semakin sulit. Akhirnya tidak sedikit penduduk yang masih usia produktif memiliki predikat pengangguran. Bahkan diantara mereka memiliki pendidikan tinggi, namun tetap saja persaingan mengalahkan ijazah sarjananya. Apalagi jika tidak kreatif, tidak inovatif dan tidak memiliki semangat akan semakin tertinggal.
            Ketika berpuluh-puluh surat lamaran sudah dikirim, beberapa interview sudah dilakukan bahkan bolak-balik dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk mendapatkan pekerjaan sudah dilakoni. Akan tetapi menjadi salah satu karyawan di perusahaan tersebut hanya impian semata, maka tidak ada salahnya menjadi “pengangguran”.
Ssst! Jangan bayangkan pengangguran yang menghabiskan waktu dengan tidur, ngopi dan berkhayal. Ini adalah pengaguran tulen, artinya mereka yang mampu menciptakan pekerjaanya di rumah. Mencari penghasilan sebenarnya tidak ada syarat mutlak yang penting kita mendapatkan uang yang halal dan berkah. Semenatara penghasilan tidak selalu didapat dari bekerja sebagai pewagai berseragam. Dengan modal semangat, kreatif dan mencintai proses pengahsilan bisa kita dapatkan meskipun dengan bekerja di rumah.
            Sehingga jadilah pengangguran kreatif yang mampu memanfaatkan waktu, tempat dan peluang untuk menghasilkan rupiah. Ketika usia ataupun ijazah tidak lagi berpihak. Lalu bagaimana menciptakan pengangguran kreatif?
Gunakan internet
Internet menjadi salah satu cara untuk mendapatkan income saat ini. Berbekal kuota, ketekunan dan semangat tidak sedikit para pekerja di dunia maya ini mampu mendapatkan pundi-pundi rupiah dari mulai menjadi dropshiper hingga trainer. Bagi yang ingin belajar membuka usaha sendiripun banyak sekali referensi yang bisa dipelajari
Tentukan passion kita
Apa sih passion kita?
Passion bukan cita-cita ataupun tidak selalu jurusan formal yang kita tempuh. Passion lebih kepada ketertarikan terhadap sesuatu yang mampu menjadikan kita expert dalam bidangnya. Passion yang terus diasah dan dkembangkan mampu melahirkan karya yang menjadi ciri khas.
Belajar ilmu yang terkait
Kecanggihan tekhnologi saat ini memberikan banyak peluang kepda orang-orang yang mau dan semangat untuk belajar. Banyak kelas berbayar bahkan gratis yang diberikan memalui media sosial. Siapakan gelas kosong untuk menangpung semua ilmu yang diberikan oleh ahlinya. Belajar tentang ilmu terkait untuk meningkatkan skill kita pada bidangnya.
Mencintai proses
Sama halnya dengan membangun usaha di dunia nyata. Menggeluti salah satu usaha secara online pun membutuhkan proses. Mencintai proses adalah salah satu langkah untuk membuka pintu kesuksesan. Bersabar ketika pembeli hanya PHP, bersikap bijak  ketika ada komplain.
Gabung dalam sebuah komunitas
Bergabung dengan salah satu komunitas adalah cara terbaik untuk menguatkan pondasi kita. Karena dalam komunitas biasanya ada tutor yang membimbing bisnis yang kita bangun. Satu sama lain saling mensupport dan membantu.

            Tak ada lagi kata menganggur selama ada kesungguhan niat untuk maju dan terus bertumbuh. Sekalipun menjadi pengangguran maka akan menjadi pengangguran kreatif yang selalu memanfaatkan waktu, kesempatan dan tekhnologi yang berkembang.

Rabu, 08 November 2017

Inilah Kriteria Teman untuk Curhat









Setiap orang pasti memiliki masalah, bagaimana dengan anda?
Sudah tentu kita pun salah satu orang yang memiliki masalah. Baik masalah pribadi, masalah pekerjaan bahkan masalah keluarga. Pemikiran seseorang bukanlah seragam yang bisa disamakan agar nampak indah dan rapi. Namun, setiap manusia memiliki pendapat, ide dan keinginan yang berbeda satu sama lain. Perbedaan inilah yang kadang membuat seseorang menjadi sulit menemukan jalan keluar. Ada yang terus menyamakan visi dan misi sehingga menemukan solusi. Tidak sedikit yang mundur perlahan dan lari dari masalah yang dihadapinya.
      Masalah menjadi bagian hidup seseorang, dengan masalah maka manusia akan berpikir untuk menyelesaikannya. Namun, pada sisi tertentu kita membutuhkan seseorang ketika menghadapi masalah. Sekedar mengutarakan isi hati bahkan hingga meminta solusi. Tidak semua orang bisa kita jadikan tempat untuk menceritakan keluh kesah kita. Tidak semua orang bisa dijadikan tempat curhat yang tepat. Lalu bagaimana kriteria teman yang bisa dijadikan tempat bercerita?

1.      1, Orang yang amanah
Ini adalah kriteria yang harus dimiliki seseorang yang kita jadikan teman curhat. Ketika memiliki sifat amanah maka dia akan mampu menjaga rahasia kita. Tidak sedikit rahasia yang dicurhatkan kepada orang yang salah menjadi rahasia umum. Setiap orang tahu masalah, tidak sedikit teman curhat yang tidak amanah berakhir dengan permusuhan

2.      2. Hindari curhat dengan pengeluh
Stop!
Jangan pernah curhat dengan orang yang selalu mengeluh dalam hidupnya. Karena pengeluh akan lebih banyak masalah, bahkan malah dia yang akhirnya mengeluh tentang kehidupannya. 

3.      3. Curhat kepada teman yang religi
Ketika dirundung masalah tidak ada salahnya bercerita pada teman yang memiiki pemahaman agama dan keimanan yang kuat. Nasehat atau solusinya akan mengarahkan kita untuk lebih mendekatkan diri pada sang pencipta. Sehingga kita memiliki kekuatan untuk menghadapi masalah.

4.      4. Curhat kepada orang yang bijak
Jangan pernah curhat pada orang yang egois. Karena pemikiranya akan menyeret kita pada satu sisi. Pilihlah teman yang bijak ketika curhat masalah yang kita hadapi. Teman yang bijak tidak akan menyalahkan keadaan ataupun orang lain. Namun sudah pasti memberikan motivasi apa yang harus kita lakukan.

5.      5. Curhat pada orang yang memiliki semangat hidup
Dekati teman yang memiliki semangat hidup tinggi. Kita bisa menjadikannya tempat curhat. Tipe teman seperti ini seperti charge energi dalam diri. Karena mereka akan memiliki seribu satu cara untuk tetap semangat menghadapi persoalan hidup. Kita berharap dekat dengan mereka akan tertular virus semangatnya.

            Beban yang berat akan terasa ringan jika dipikul bersama. Masalah yang rumit akan bisa diatasi jika memiliki seseorang yang tepat untuk bercerita.  Mendengarkan keresahan hati kita, menguatkan keyakinan bahkan membantu memberikan solusi yang bijak dan tepat. Sehingga kita akan memiliki semangat hidup baru dan keimanan yang kuat dalam diri.