Topik
tentang wanita seolah tak pernah habis dari mulai fashion, karier hingga
serba-serbi rumah tangga dan parenting. Wanita adalah makhluk yang tercipta
dari tulang rusuk laki-laki. Namun, tidak sedikit tulang rusuk tersebut mampu
menjadi tulang punggung sebuah keluarga karena suatu hal. Artinya wanita dengan
segala keterbatasannya akan berubah menjadi wanita tangguh dan harus menjadi
wanita mandiri karena sebuah kondisi. Misalnya karena perceraian, suami meninggal
dunia ataupun sakit bahkan ketika suami mengalami PHK.
Maka
wanita tidak bisa dipisahkan dari belajar. Pembelajaran yang tidak harus selalu
berada di dalam kelas. Namun, sebuah pengalaman diri sendiri ataupun orang lain
dapat dijadikan sebuah pembelajaran hidup. Salah satunya wanita harus
mempelajari 3 hal agar kehidupannya menjadi lebih baik dan bermakna.
1. Belajar mengatur waktu
Hilangkan image bahwa
wanita identik dengan gosip ataupun mengobrol. Karena kegiatan ini adalah salah
satu pembunuh waktu. Awalnya hanya sekedar menanyakan kabar namun, kadang kita
syik membahas yang lain hingga satu, dua jam bahkan lebih bisa hilang begitu
saja. Atau kegiatan menunggu sekolah si kecil yang kadang menghabiskan waktu
beberapa jam. Tidak ada yang salah dengan kegiatan mengobrol atau menunggu si
kecil si sekolah. Namun, akan lebih baik jika kita mampu mengatur waktu
sehingga lebih produktif. Misalnya batasi waktu mengobrol, jika si kecil sudah
mandiri maka biarkan dia di sekolah belajar bersama guru dan teman-teman.
Sehingga waktu menunggu bisa digunakan untuk melakukan pekerjaan lain yang
lebih produktif.
2.
Belajar menata hati
Bukan hanya waktu yang
harus kita atur. Ternyata hati pun harus selalu ditata sehingga menciptakan
suasana nyaman yang akan memberikan
dampak positif bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Pesimis, iri, kesal
atau berpikir negatif akan membuat hidup terasa sempit. Wanita harus selalu
optimis karena anak-anaknya kelak tumbuh dengan pola asuhnya. Jika dengan masalah
kecil sudah putus asa bagaiman mendidik anak-anak mandiri dan tegar menghadapi
kehidupan.
3.
Belajar mengelola keuangan
Manajemen keuangan tidak hanya milik sebuah
perusahaan atau intansi tertentu. Keuangan dalam sebuah rumah tangga pun harus
dimanage agar terarah. Maka salah satu keahlian yang harus dimiliki wanita
adalah pandai mengatur keuangan keluarga. Sehingga baik gaji suami atau istri
tidak hanya sekedar “Terima Kasih”. Maksudnya hanya menerima gaji dan
mengasihkan kembali ke pos yang sudah menanti. Maka disinilah seorang istri
harus pandai mengelola pos keuangan keluarga. Atur semua pengeluaran dalam
keluarga sesuaikna dengan pendapatan. Jangan ada istilah gaji sebulan habis
dalam seminggu bahkan beberapa hari. Jika hal itu terjadi maka sudah dipastikan
keuangan keluarga tidak sehat.
Baik
working mom ataupun full time mom wanita harus tetap
belajar. Karena sekolah pertama bagi anak-anak adalah rumah dan guru pertama
mereka adalah IBU.
