Kasih sayang
orang tua terhadap anak sepanjang zaman, bahkan tak lekang oleh waktu. Setiap
ayah akan bekerja keras agar keluarga mendapatkan kehidupan yang layak. Setiap
ibu akan terus belajar bagaimana mendidik anak-anak sebagai titipan dari ALLAH.
Jika anak sakit maka orang tua resah bahkan jika mampu tukar saja rasa sakit
itu. Pengorbanan orang tua tak bisa digambarkan bahkan tak bisa dia dibayar
dengan materi berlimpah sekalipun
Kasih
sayang orang tua terhadap anak bukan berarti selalu mengikuti kemauan anak. Apalagi
dalam hal yang bersikap materi. Tidak sedikit orang tua yang “memaksakan diri” memenuhi kemauan anak.
Sehingga tanpa disadari anak seolah-olah menjadi king and queen di rumah. Apa yang mereka minta orang tua harus
segera membeli.
Jangan
malu menceritakan keadaan orang tua kepada anak
Terkadang orang tua menyembunyikan
kenyataan hidup dari anak-anak. Sehingga mereka berusaha memenuhi keinginan
anak. Ketika anak sudah mulai mengerti tidak ada salahnya orang tua berdiskusi,
menceritakan tentang keadaan keluarga. Misalnya ketika orang tua menghadapi
kesulitan ekonomi. Berikan pengertian kepada mereka untuk membatasi keinginan
dan belajar hidup hemat. Dari kondisi ini diharapakan anak mampu belajar bahwa
hidup itu berputar. Tidak selamanya kesenangan berpihak pada kita.
Bentuk
kasih sayang bukan selalu materi
Orang tua jangan terlalu percaya diri
telah memfasilitasi kebutuhna materi anak tanpa memberika arahan dan pelajaran.
Anak tidak hanya membutuhkan beragam
mainan, handphone baru ataupun jalan-jalan di akhir pekan. Namun, mereka pun
membutuhkan sentuhan kasih sayang. Jika orang tua hanya memfasilitasi kebutuhna
materi tidak ubahnya orang tua seperti ATM bagi anak-anak
Ajarkan anak
untuk manage keuangan
Bukan hanya memberikan uang jajan. Namun, orang tua sebaiknya
mengajak anak untuk mengatur keuangan. Jika anak sudah paham tentang
penjumlahan dan pengurangan tidak ada salahnya mengajarkan mereka untuk
mengatur uang jajannya. Misal orang tua memberikan uang jajan untuk satu minggu
ataupun satu bulan. Ajarkan mereka menuliskan pemasukan dan pengekuaran
kebutuhannya meskipun sangat sederhana. Berikan arahan bahwa hanya seminggu
sekali mereka menerima uang jajan. Jika sudah habis ketika belum waktunya maka
anak yang harus menanggung konsekuensi sendiri. Kita mungkin kadang melihat
anak yang dalam hitungan jam meminta uang jajan, ibu dan ayah layaknya ATM
berjalan. Jangan salahkan mereka, namun tanyakan pada diri sendiri. Apakah kita
pernah mengajarkan merek untuk disiplin dalam mengatur uangnya?
Membedakan
kebutuhan dan keinginan
Sesekali kita ajak diskusi anak-anak, apalagi ketika mereka
menginjak dewasa. Bahas dalam diskusi tersebut antara keinginan dan kebutuhan.
Jika mereka meminta diberikan handphone baru maka ajak mereka untuk berpikir
logis. “ Ibu akan belikan jika handphone kaka rusak dan tidak bisa telpon jika
masih bagus maka pakai saja dulu. Karena ini keinginan kaka bukan kebutuhan”
Orang tua akan terasa
sulit diawal dan mungkin anakpun tidak menerima begitu saja. Namun, jika ada
komunikasi yang baik dengan mereka. Maka mereka akan paham sebuah pembelajaran
yang orang tua mereka sedang terapkan.
Anak adalah aset paling berharga. Sebuah pembelajaran harus orang
tua terapkan sedini mungkin jangan pernah menunggu nanti.



