Rabu, 08 November 2017

Inilah Kriteria Teman untuk Curhat









Setiap orang pasti memiliki masalah, bagaimana dengan anda?
Sudah tentu kita pun salah satu orang yang memiliki masalah. Baik masalah pribadi, masalah pekerjaan bahkan masalah keluarga. Pemikiran seseorang bukanlah seragam yang bisa disamakan agar nampak indah dan rapi. Namun, setiap manusia memiliki pendapat, ide dan keinginan yang berbeda satu sama lain. Perbedaan inilah yang kadang membuat seseorang menjadi sulit menemukan jalan keluar. Ada yang terus menyamakan visi dan misi sehingga menemukan solusi. Tidak sedikit yang mundur perlahan dan lari dari masalah yang dihadapinya.
      Masalah menjadi bagian hidup seseorang, dengan masalah maka manusia akan berpikir untuk menyelesaikannya. Namun, pada sisi tertentu kita membutuhkan seseorang ketika menghadapi masalah. Sekedar mengutarakan isi hati bahkan hingga meminta solusi. Tidak semua orang bisa kita jadikan tempat untuk menceritakan keluh kesah kita. Tidak semua orang bisa dijadikan tempat curhat yang tepat. Lalu bagaimana kriteria teman yang bisa dijadikan tempat bercerita?

1.      1, Orang yang amanah
Ini adalah kriteria yang harus dimiliki seseorang yang kita jadikan teman curhat. Ketika memiliki sifat amanah maka dia akan mampu menjaga rahasia kita. Tidak sedikit rahasia yang dicurhatkan kepada orang yang salah menjadi rahasia umum. Setiap orang tahu masalah, tidak sedikit teman curhat yang tidak amanah berakhir dengan permusuhan

2.      2. Hindari curhat dengan pengeluh
Stop!
Jangan pernah curhat dengan orang yang selalu mengeluh dalam hidupnya. Karena pengeluh akan lebih banyak masalah, bahkan malah dia yang akhirnya mengeluh tentang kehidupannya. 

3.      3. Curhat kepada teman yang religi
Ketika dirundung masalah tidak ada salahnya bercerita pada teman yang memiiki pemahaman agama dan keimanan yang kuat. Nasehat atau solusinya akan mengarahkan kita untuk lebih mendekatkan diri pada sang pencipta. Sehingga kita memiliki kekuatan untuk menghadapi masalah.

4.      4. Curhat kepada orang yang bijak
Jangan pernah curhat pada orang yang egois. Karena pemikiranya akan menyeret kita pada satu sisi. Pilihlah teman yang bijak ketika curhat masalah yang kita hadapi. Teman yang bijak tidak akan menyalahkan keadaan ataupun orang lain. Namun sudah pasti memberikan motivasi apa yang harus kita lakukan.

5.      5. Curhat pada orang yang memiliki semangat hidup
Dekati teman yang memiliki semangat hidup tinggi. Kita bisa menjadikannya tempat curhat. Tipe teman seperti ini seperti charge energi dalam diri. Karena mereka akan memiliki seribu satu cara untuk tetap semangat menghadapi persoalan hidup. Kita berharap dekat dengan mereka akan tertular virus semangatnya.

            Beban yang berat akan terasa ringan jika dipikul bersama. Masalah yang rumit akan bisa diatasi jika memiliki seseorang yang tepat untuk bercerita.  Mendengarkan keresahan hati kita, menguatkan keyakinan bahkan membantu memberikan solusi yang bijak dan tepat. Sehingga kita akan memiliki semangat hidup baru dan keimanan yang kuat dalam diri.

Jumat, 03 November 2017

5 Hal Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Resign











Apa yang terlintas di benak kita sebagai seorang istri jika suami ingin resign?
Mungkin sebagian istri akan merasa ketakutan dan cemas terutama tentang financial. Apalagi jika istri full time mom yang tidak terlibat dalam perekonomian keluarga sehingga tumpuan harapan hanya pada satu titik yaitu suami. Namun adapula istri yang mendukung atas keputusan suaminya. Tentu dengan beberapa konsekuensi yang harus dijalankan. Karena memutuskan resign tanpa pertimbangan apalagi tidak ada persiapan, itu sama saja mengundang sebuah masalah pribadi dan keluarga terutama masalah keuangan keluarga.
            Banyak penyebab seseorang memutuskan resign meskipun gaji yang mereka terima cukup besar. Kejenuhan, merasa tidak berkembang ataupun bekerja dibawah tekanan menjadi salah satu penyebab seseorang ingin keluar dari zona aman kaum gaji. Bagi kamu yang memiliki keinginan resign dari tempat kerja maka 5 hal berikut bisa jadi pertimbangan

1.      Memiliki loncatan pekerjaan
Jangan pernah memutuskan suatu hal tanpa pertimbangan. Begitu pula ketika seseorang memutuskan untuk resign. Jika keputusna tersebut adalah sebuah keputusan akhir maka anda harus sudah mempersiapkan loncatan pekerjaan baik itu bekerja di tempat baru atau membuka usaha sendiri. Jangan sampai resign dari pekerjaan hanya akan menambah beban karena kebutuhan hidup harus tetap dipenuhi. 

2.      Cover tabungan
Meskipun menjadi syarat yang sedikit berat namun mau tidak mau kita harus mempersiapkan tabungan untuk menutupi kebutuhan pasca resign. Misalkan ketika kita memutuskan untuk membuka usaha maka sebulan, dua bulan bahkan satu tahun kemungkinan kita tidak akan langsung menikmati keuntungan namun sebaiknya kita akan lebih fokus bagaimana mengembangkan saha yang baru dirintis. Maka cover tabungan ini akan mengatasi kebutuhan harian yang tidak bisa ditolak

3.      Ilmu dan semangat untuk belajar
Banyak yang memutuskan resign dari kantor dan terjuan ke dunia bisnis. Kita perlu berikan acungan jempol atas keberaniannya keluar dari zona aman. Namun, keberanian ini harus diimbani dengan ilmu dan semangat bekajar. Karena membangun sebuah bisnis membutuhkan ilmu dan proses. Belajar dari para enterpreneur yang sukses bagaimana mereka menikmati proses jatuh bangun dalam membangun usahanya. Era digital saat ini banyak memberikan banyak peluang bagi kita untuk belajar dari pakarnya. Bahkan dengan budget yang ramah di kantong kita siap menjadi gelas kosong untuk menyerap semua ilmunya.

4.      Mental
Terkadang sulit bagi sebagian orang melepas “dasi” dan terjun dalam dunia baru yang mungkin tanpa seragam apalagi berdasi. Namun, mental yang kuat akan mampu melalui itu semua. Jadilah pribadi yang memiliki mental kuat ketika menikmati proses. Jika ketika menjadi karyawan setiap bulan menerima gaji maka siapkan mental ketika resign dan memutuskan membuka usaha sendiri maka kita yang harus kreatif agar tetap bisa gajian. 

5.      Jaringan yang luas
Dunia kita bukan hanya sebatas meja kerja. Tak ada alasan untuk “kuper” apalagi tidak bersosialisasi. Ciptakan jaringan yang luas, jadilah pribadi yang humble sehingga memiliki banyak relasi. Jaringan yang luas dan relasi yang banyak akan membuka sebuah peluang bisnis. Bahkan bukan hanya sekdar bisnis namun kia mampu bersilaturhami dengan banyak orang. Mengenal beragam karakter dan belajar menghadapi  keunikan setiap orang.
      Jika resign menjadi sebuah keputusan maka alangkah lebih baiknya kita sudah mempertimbangkan 5 hal tersebut. Sehingga hak keluarga tetap bisa dipenuhi dan kita bisa menciptakan suasana baru dengan sebuah harapan yang lebih baik.