“Baiti jannati”
pasti menjadi dambaan setiap keluarga dalam membina rumah tangga.
Anak
yang sukses terlahir dari rumah yang sakinah dengan pola orang tua yang selalu
menanamkan akidah dan kebijaksanaan. Karier yang sukses berawal dari rumah
dengan selalu menamkan kejujuran dan disiplin. Cinta, kebijaksanaan, kejujuran
dan semangat juga terlahir dari rumah.
Rumah bukan hanya sebuah bangunan
yang terdiri dari ruang. Namun, sebuah rumah yang setiap ruang memiliki makna
ada cinta, impian harapan juga tujuan. Bagaimana menciptakan baiti jannati sehingga rumah menjadi
penguat cinta?
1. Suami
dan istri memiliki visi dan misi yang sama
Sebuah tujuan tak
mungkin bisa dicapai jika suami dan istri memiliki visi dan misi berbeda. Pola
asuh yang saling bertentangan, masalah pendidikan yang hanya dibebankan pada
salah satu pasangan. Prinsip hidup yang tak sama akan membuat rumah tangga
menemui banyak perbedaan yang bisa membuat masalah dalam keluarga. Maka jika ingin
menciptakan baiti jannati dimana rumah sebangai penguat cinta maka satukan
terlebih dahulu visi dan misi pasangan hidup kita. Meluangkan waktu untuk berdiskusi
segala hal yang berkaitan dengan rumah tangga.
2. Rumah
yang didalamnya selalu ada asma ALLAH
Perilaku adalah
cerminan hati, sedangkan hati seseorang akan ditentukan oleh keimannanya. Maka
keluarga yang harmonis dan rumah penuh cinta akan tercipta jika di dalamnya
selalu ada asma ALLAH. Saling mengingatkan ketika waktu salat tiba, lantunan
ayat suci Al-Quran ramai menyambut malam dan menyapa pagi sebelum beraktivitas
3. Libatkan
anak dalam kegiatan di rumah
Anak bukanlah king atau queen di rumah dimana semua kebutuhannya orang tua yang siapkan.
Orang tua sebaiknya melibatkan anak dalam kegiatan di rumah. Membagi tugas
sesuai dengan usia dan kemampuannya. Misalnya membereskan tempat tidur, menyapu
ruangan atau menyiram bunga. Berikan anak tanggung jawab untuk mengerjakan
tugas di rumah. Sehingga kelak anak akan tumbuh menjadi pribadi mandiri, bukan
anak yang manjadi dan malas.
4. Rumah
memiliki rules yang jelas
Rumah bukan sebuah
negara yang besar namun yakinlah bahwa tunas bangsa yang cerdas akan terlahir
dari rumah. Maka buatlah rules atau peraturan yang jelas di rumah. Kapan angota
rumah harus bangun, memulai aktivitas dan mengetahui kebiasaan dan larangan
dalam rumah. Sehingga anak-anak akan mempelajari arti sebuah disiplin mulai
dari rumah.
5. Menageman
rumah tangga
Faktor keuangan bisa
menjadi salah satu pemicu masalah dalam keluarga. Maka menata keuangan rumah
tangga adalah salah satu poin penting yang harus dilakukan di rumah. Mengatur
pendapatan dan pengeluaran keluarga, menentukan skala prioritas dalam membeli
kebutuhan sehingga tidak besar pasak daripada tiang.
Rumah
itu akan menjadi penguat cinta bila sebuah keluarga memiliki tujuan yang sama,
rule yang jelas, saling mengingatkan dalam ketaqwaan dan memiliki sebuah
manageman yang akan mengarahkan pada hal positif. Proses inilah yang harus
dilewati meskipun pada awalnya akan terasa sulit, bertentangan karena setiap
orang memiliki keinginan berbeda. Namun, selalu yakin bahwa kesuksesan dalam
sebuah rumah tangga harus melalui sebuah proses.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar