Kamis, 02 November 2017

Rumah Itu Penguat Cinta






         


   “Baiti jannati” pasti menjadi dambaan setiap keluarga dalam membina rumah tangga.
Anak yang sukses terlahir dari rumah yang sakinah dengan pola orang tua yang selalu menanamkan akidah dan kebijaksanaan. Karier yang sukses berawal dari rumah dengan selalu menamkan kejujuran dan disiplin. Cinta, kebijaksanaan, kejujuran dan semangat juga terlahir dari rumah.
            Rumah bukan hanya sebuah bangunan yang terdiri dari ruang. Namun, sebuah rumah yang setiap ruang memiliki makna ada cinta, impian harapan juga tujuan. Bagaimana menciptakan baiti jannati sehingga rumah menjadi penguat cinta?
1.      Suami dan istri memiliki visi dan misi yang sama
Sebuah tujuan tak mungkin bisa dicapai jika suami dan istri memiliki visi dan misi berbeda. Pola asuh yang saling bertentangan, masalah pendidikan yang hanya dibebankan pada salah satu pasangan. Prinsip hidup yang tak sama akan membuat rumah tangga menemui banyak perbedaan yang bisa membuat masalah dalam keluarga. Maka jika ingin menciptakan baiti jannati dimana rumah sebangai penguat cinta maka satukan terlebih dahulu visi dan misi pasangan hidup kita. Meluangkan waktu untuk berdiskusi segala hal yang berkaitan dengan rumah tangga.
2.      Rumah yang didalamnya selalu ada asma ALLAH
Perilaku adalah cerminan hati, sedangkan hati seseorang akan ditentukan oleh keimannanya. Maka keluarga yang harmonis dan rumah penuh cinta akan tercipta jika di dalamnya selalu ada asma ALLAH. Saling mengingatkan ketika waktu salat tiba, lantunan ayat suci Al-Quran ramai menyambut malam dan menyapa pagi sebelum beraktivitas
3.      Libatkan anak dalam kegiatan di rumah
Anak bukanlah king atau queen di rumah dimana semua kebutuhannya orang tua yang siapkan. Orang tua sebaiknya melibatkan anak dalam kegiatan di rumah. Membagi tugas sesuai dengan usia dan kemampuannya. Misalnya membereskan tempat tidur, menyapu ruangan atau menyiram bunga. Berikan anak tanggung jawab untuk mengerjakan tugas di rumah. Sehingga kelak anak akan tumbuh menjadi pribadi mandiri, bukan anak yang manjadi dan malas.
4.      Rumah memiliki rules yang jelas
Rumah bukan sebuah negara yang besar namun yakinlah bahwa tunas bangsa yang cerdas akan terlahir dari rumah. Maka buatlah rules atau peraturan yang jelas di rumah. Kapan angota rumah harus bangun, memulai aktivitas dan mengetahui kebiasaan dan larangan dalam rumah. Sehingga anak-anak akan mempelajari arti sebuah disiplin mulai dari rumah.
5.      Menageman rumah tangga
Faktor keuangan bisa menjadi salah satu pemicu masalah dalam keluarga. Maka menata keuangan rumah tangga adalah salah satu poin penting yang harus dilakukan di rumah. Mengatur pendapatan dan pengeluaran keluarga, menentukan skala prioritas dalam membeli kebutuhan sehingga tidak besar pasak daripada tiang.
      Rumah itu akan menjadi penguat cinta bila sebuah keluarga memiliki tujuan yang sama, rule yang jelas, saling mengingatkan dalam ketaqwaan dan memiliki sebuah manageman yang akan mengarahkan pada hal positif. Proses inilah yang harus dilewati meskipun pada awalnya akan terasa sulit, bertentangan karena setiap orang memiliki keinginan berbeda. Namun, selalu yakin bahwa kesuksesan dalam sebuah rumah tangga harus melalui sebuah proses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar