Salah satu tuntutan dalam hidup
adalah memenuhi kebutuhan perekonomian. Kebutuhan sandang, pangan dan papan
tidak pernah melihat gender ataupun usia, kebutuhan ini harus dipenuhi. Namun,
seiring meningkatnya jumlah penduduk lapangan pekerjaan semakin sempit. Apalagi
di era ini tenaga manusia perlahan di ganti dengan aplikasi bahkan robot,
sehingga lapangan pekerjaan semakin sulit. Akhirnya tidak sedikit penduduk yang
masih usia produktif memiliki predikat pengangguran. Bahkan diantara mereka
memiliki pendidikan tinggi, namun tetap saja persaingan mengalahkan ijazah
sarjananya. Apalagi jika tidak kreatif, tidak inovatif dan tidak memiliki
semangat akan semakin tertinggal.
Ketika berpuluh-puluh surat lamaran
sudah dikirim, beberapa interview sudah dilakukan bahkan bolak-balik dari satu
perusahaan ke perusahaan lain untuk mendapatkan pekerjaan sudah dilakoni. Akan
tetapi menjadi salah satu karyawan di perusahaan tersebut hanya impian semata,
maka tidak ada salahnya menjadi “pengangguran”.
Ssst!
Jangan bayangkan pengangguran yang menghabiskan waktu dengan tidur, ngopi dan
berkhayal. Ini adalah pengaguran tulen, artinya mereka yang mampu menciptakan
pekerjaanya di rumah. Mencari penghasilan sebenarnya tidak ada syarat mutlak yang
penting kita mendapatkan uang yang halal dan berkah. Semenatara penghasilan
tidak selalu didapat dari bekerja sebagai pewagai berseragam. Dengan modal
semangat, kreatif dan mencintai proses pengahsilan bisa kita dapatkan meskipun
dengan bekerja di rumah.
Sehingga jadilah pengangguran
kreatif yang mampu memanfaatkan waktu, tempat dan peluang untuk menghasilkan
rupiah. Ketika usia ataupun ijazah tidak lagi berpihak. Lalu bagaimana
menciptakan pengangguran kreatif?
Gunakan internet
Internet
menjadi salah satu cara untuk mendapatkan income saat ini. Berbekal kuota,
ketekunan dan semangat tidak sedikit para pekerja di dunia maya ini mampu mendapatkan
pundi-pundi rupiah dari mulai menjadi dropshiper hingga trainer. Bagi yang
ingin belajar membuka usaha sendiripun banyak sekali referensi yang bisa
dipelajari
Tentukan passion kita
Apa
sih passion kita?
Passion
bukan cita-cita ataupun tidak selalu jurusan formal yang kita tempuh. Passion
lebih kepada ketertarikan terhadap sesuatu yang mampu menjadikan kita expert dalam bidangnya. Passion yang
terus diasah dan dkembangkan mampu melahirkan karya yang menjadi ciri khas.
Belajar ilmu yang terkait
Kecanggihan
tekhnologi saat ini memberikan banyak peluang kepda orang-orang yang mau dan
semangat untuk belajar. Banyak kelas berbayar bahkan gratis yang diberikan
memalui media sosial. Siapakan gelas kosong untuk menangpung semua ilmu yang
diberikan oleh ahlinya. Belajar tentang ilmu terkait untuk meningkatkan skill kita pada bidangnya.
Mencintai proses
Sama
halnya dengan membangun usaha di dunia nyata. Menggeluti salah satu usaha
secara online pun membutuhkan proses. Mencintai proses adalah salah satu
langkah untuk membuka pintu kesuksesan. Bersabar ketika pembeli hanya PHP, bersikap
bijak ketika ada komplain.
Gabung dalam sebuah komunitas
Bergabung
dengan salah satu komunitas adalah cara terbaik untuk menguatkan pondasi kita.
Karena dalam komunitas biasanya ada tutor yang membimbing bisnis yang kita
bangun. Satu sama lain saling mensupport dan membantu.
Tak ada lagi kata menganggur selama
ada kesungguhan niat untuk maju dan terus bertumbuh. Sekalipun menjadi
pengangguran maka akan menjadi pengangguran kreatif yang selalu memanfaatkan
waktu, kesempatan dan tekhnologi yang berkembang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar