Selasa, 19 Desember 2017

Tidak Ada Salahnya Jadi “Pengangguran Kreatif”





        


            Salah satu tuntutan dalam hidup adalah memenuhi kebutuhan perekonomian. Kebutuhan sandang, pangan dan papan tidak pernah melihat gender ataupun usia, kebutuhan ini harus dipenuhi. Namun, seiring meningkatnya jumlah penduduk lapangan pekerjaan semakin sempit. Apalagi di era ini tenaga manusia perlahan di ganti dengan aplikasi bahkan robot, sehingga lapangan pekerjaan semakin sulit. Akhirnya tidak sedikit penduduk yang masih usia produktif memiliki predikat pengangguran. Bahkan diantara mereka memiliki pendidikan tinggi, namun tetap saja persaingan mengalahkan ijazah sarjananya. Apalagi jika tidak kreatif, tidak inovatif dan tidak memiliki semangat akan semakin tertinggal.
            Ketika berpuluh-puluh surat lamaran sudah dikirim, beberapa interview sudah dilakukan bahkan bolak-balik dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk mendapatkan pekerjaan sudah dilakoni. Akan tetapi menjadi salah satu karyawan di perusahaan tersebut hanya impian semata, maka tidak ada salahnya menjadi “pengangguran”.
Ssst! Jangan bayangkan pengangguran yang menghabiskan waktu dengan tidur, ngopi dan berkhayal. Ini adalah pengaguran tulen, artinya mereka yang mampu menciptakan pekerjaanya di rumah. Mencari penghasilan sebenarnya tidak ada syarat mutlak yang penting kita mendapatkan uang yang halal dan berkah. Semenatara penghasilan tidak selalu didapat dari bekerja sebagai pewagai berseragam. Dengan modal semangat, kreatif dan mencintai proses pengahsilan bisa kita dapatkan meskipun dengan bekerja di rumah.
            Sehingga jadilah pengangguran kreatif yang mampu memanfaatkan waktu, tempat dan peluang untuk menghasilkan rupiah. Ketika usia ataupun ijazah tidak lagi berpihak. Lalu bagaimana menciptakan pengangguran kreatif?
Gunakan internet
Internet menjadi salah satu cara untuk mendapatkan income saat ini. Berbekal kuota, ketekunan dan semangat tidak sedikit para pekerja di dunia maya ini mampu mendapatkan pundi-pundi rupiah dari mulai menjadi dropshiper hingga trainer. Bagi yang ingin belajar membuka usaha sendiripun banyak sekali referensi yang bisa dipelajari
Tentukan passion kita
Apa sih passion kita?
Passion bukan cita-cita ataupun tidak selalu jurusan formal yang kita tempuh. Passion lebih kepada ketertarikan terhadap sesuatu yang mampu menjadikan kita expert dalam bidangnya. Passion yang terus diasah dan dkembangkan mampu melahirkan karya yang menjadi ciri khas.
Belajar ilmu yang terkait
Kecanggihan tekhnologi saat ini memberikan banyak peluang kepda orang-orang yang mau dan semangat untuk belajar. Banyak kelas berbayar bahkan gratis yang diberikan memalui media sosial. Siapakan gelas kosong untuk menangpung semua ilmu yang diberikan oleh ahlinya. Belajar tentang ilmu terkait untuk meningkatkan skill kita pada bidangnya.
Mencintai proses
Sama halnya dengan membangun usaha di dunia nyata. Menggeluti salah satu usaha secara online pun membutuhkan proses. Mencintai proses adalah salah satu langkah untuk membuka pintu kesuksesan. Bersabar ketika pembeli hanya PHP, bersikap bijak  ketika ada komplain.
Gabung dalam sebuah komunitas
Bergabung dengan salah satu komunitas adalah cara terbaik untuk menguatkan pondasi kita. Karena dalam komunitas biasanya ada tutor yang membimbing bisnis yang kita bangun. Satu sama lain saling mensupport dan membantu.

            Tak ada lagi kata menganggur selama ada kesungguhan niat untuk maju dan terus bertumbuh. Sekalipun menjadi pengangguran maka akan menjadi pengangguran kreatif yang selalu memanfaatkan waktu, kesempatan dan tekhnologi yang berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar